Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Siak Komit Majukan Seni dan Budaya Melayu

Selasa, 08 November 2011 17:53 | Siak | Seni Budaya | Riau Pos
Ketua Yayasan Sagang Kazzaini Ks, Pembantu Direktur II Syamsul Bahri Samin dan Pembantu Direktur IV Raja Isyam Azwar, melakukan audiensi dengan Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, Senin (7/11/2011). Hadir dalam audiensi itu, Kabag Humas Juarman SSos MSi. (Foto: alfiadi/riau pos) Perbesar Gambar


SIAK  - Keberadaan Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) merupakan bentuk konkret mewujudkan Visi Riau 2020, yang menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu se-Asia Tenggara.

Implementasi dari visi tersebut melalui AKMR yang jadi motor penggerak dalam menunjang program pemerintah.

‘’Pemkab Siak komit untuk memajukan budaya dan seni Melayu,’’ kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, saat menerima audiensi pengurus Yayasan Sagang dan AKMR yaang dihadiri Ketua Yayasan Sagang Kazzaini Ks, Pembantu Direktur II Syamsul Bahri Samin MPd dan Pembantu Direktur IV Raja Isyam Azwar serta Kabag Humas Juarman SSos MSi, Senin (7/11) di ruang kerja bupati.

Menurut bupati, AKMR yang saat ini bernaung di bawah Yayasan Sagang akan jadi wadah bagi anak-anak Riau untuk mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan dan seni Melayu.

Memang, perguruan tinggi ini berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, di mana kearifan lokal Melayu jadi prioritas utama dalam semua program studi. ‘’Ini adalah aset yang paling berharga, dan harus dilestarikan,’’ kata Syamsuar.

Dikatakannya, Pemkab menyambut baik atas audiensi ini karena apa yang jadi filosofi dari perguruan  tinggi sesuai dengan visi dan misi Riau. 

Di samping itu, keberadaan AKMR ini juga merupakan cikal bakal aset Riau, sama seperti dengan Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang secara umum jurusan bidang studi ada di dalamnya.

Adanya perguruan tinggi ini akan jadi wadah bagi anak-anak Riau untuk mempelajari kebudayaan dan seni Melayu.

‘’Saya menyarankan, agar pengelola juga melibatkan semua kabupaten/kota untuk besama-sama investasi di perguruan tinggi ini. Kalau bukan kita siapa lagi,’’ sarannya.

Bagaimana kondisi sekarang AKMR ini? tanya Syamsuar. Mendegar pertanyaan itu, Kazaini Ks mengatakan, pada 31 Oktober lalu AKMR melakukan wisuda kelima dan tamatan ketujuh bagi lulusannya.

Saat ini minat generasi muda untuk masuk ke AKMR tergolong tinggi, bahkan lulusannya sudah banyak diserap di dunia kerja. Ada sebagai guru, pelatih seni, instruktur dalam sebuah lembaga dan lainnya.

Dalam kondisi ini, sebutnya AKMR meminta dukungan dari seluruh kabupaten dalam mengelolannya, karena ini merupakan cita-cita besar yang harus diberdayakan.

Sejak diambil alih Yayasan Sagang dari Yayasan Pusaka Riau sejak 2011 ini, timbul keinginan pengurus untuk menjadikan AMKR ini lebih maju dan dan tekemuka di tanah air. Hanya saja untuk mewujudkan itu, terdapat kendala yang dihadapi, dan itu perlu dukungan Pemkab.

‘’Tenaga pengajar saat ini mengalami kekurangan, dan dalam aturan untuk tenaga dosen minimal pendidikannya harus S2 (master) dan bidang studinya harus linier. Tenaga dosen ini untuk masing-masing jurusan minimal enam orang yang bertitel S2,’’ kata Kazzaini.

Di samping itu katanya lagi, sarana dan prasarana saat ini belum memadai, sementara proses perkuliahan tetap harus jalan. Oleh karenanya dukungan dan bantuan ini sangat diharapkan.

Senada dengan itu, Syamsul Bahri Samin menambahkan, pengelolaan perguruan tinggi memang relatif sulit karena banyaknya persaingan.

Akan tetapi hal ini terasa mudah jika terjadinya sinergi antara pemerintah dan pengelola secara bersama-sama menjalankan tugas dan fungsinya. ‘’Pemda memberikan dukungan, dan pengelola yang menjalankan,’’  ujarnya.

Sementara Raja Isyam Azwar menambahkan, keberadaan AKMR ini mendapat apresiasi yang positif dari semua kalangan, tidak hanya di Riau, tapi negara tetangga Malaysia.

Di sini jadi wadah akademis bagi mahasiwa untuk menggali kebudayaan dan seni Melayu, sehingga jadi ikon Riau dalam bidang kesenian dan kebudayaan. Tentu, kata Isyam, kebudayaan dan seni Melayu ini harus dilestarikan, melalui perguruan tinggi ini terus terjaga dari generasi ke generasi.(aal/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.