| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 13:49:09 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
BENGKALIS - Kekurangan dokter spesialis merupakan masalah pelik yang dihadapi RSUD Bengkalis yang hingga kini belum juga teratasi.
Kendati sudah lama mencoba berusaha untuk mendapatkan dokter spesialis yang diperlukan baik ke beberapa fakultas kedokteran dan bahkan ke Kemenkes, namun hingga kini jumlah dokter spesialis sebagaimana yang dibutuhkan belum juga terpenuhi.
Kurangnya tenaga dokter spesialis ini , jelas berdampak pada pelayanan kepada pasien. Seperti yang terjadi sekarang, dokter internis (penyakit dalam) sama sekali tak ada. Sebelumnya ada satu orang, namun sekarang sudah pindah.
Sementara di RSUD Bengkalis pasien yang terbanyak di poliliknik penyakit dalam. Agar poliliknik ini tak tutup, pihak RSUD terpaksa menugaskan dokter umum bergantian melayani pasien.
Tak hanya spesialis penyakit dalam yang kosong, dokter spesialis anak pun juga terancam kosong, satu orang dokter selain kontraknya hampir berakhir, saat ini yang bersangkutan juga menunaikan ibadah haji.
Sementara satu orang lagi, informasi yang didapat tugasnya di RSUD tidak lagi sebagai dokter, namun sebagai pejabat struktural.
Sekretaris RSUD Bengkalis H Dahen Tawakkal kepada sejumlah wartawan belum lama ini mengatakan saat ini tenaga dokter spesialis yang ada di RSUD Bengkalis hanya sebanyak 15 orang, dengan rincian spesialis bedah satu orang, kandungan dua orang, anak dua orang, radiologi dua orang namun satu orang sudah pindah ke Duri, kemudian dokter spesialis mata dua orang, THT satu orang, kulit kelamin satu orang, spesialis paru satu orang, ahli gizi satu orang patalogi klinik satu orang dan psioterapi satu orang.
‘’Idealnya untuk RSUD tipe B seperti RSUD Bengkalis, dokter spesialisnya masing-masing tiga, namun kenyataannya kita hanya punya paling banyak dua orang. Bahkan ada yang tak ada dokter spesialisnya seperti penyakit dalam. Padahal selain pasiennya yang paling banyak di antara poliliknik lainnya, poli ini juga sebagai rujukan awal ke spesialis lainnya. Karena keberadaan dokter internis ini sangat urgen,’’ ujarnya.
Kurangnya jumlah dokter spesialis di RSUD Bengkalis, salah satu sebabnya seperti dijelaskan Dahen karena kurangnya minat dokter spesialis mengabdi di Bengkalis.
Informasi dari Kemenkes RSUD Bengkalis masuk katagori terpencil, karena di Bengkalis tak ada rumah sakit lain selain RSUD, makanya dikatagorikkan terpencil.
‘’Mungkin faktor ini penyebab dokter enggan bertugas di Bengkalis, kendati kita sudah berupaya mencari ke berbagai fakultas kedokteran dan ke Kemenkes, tapi tak ada yang berminat. Kita maklum juga, kalau di Bengkalis, dokter hanya bisa bertugas di RSUD saja dan tak di rumah sakit lainnya, karena memang tak ada RS lain selain RSUD. Sementara di luar Bengkalis yang keberadaan rumah sakitnya banyak, dokter bisa bertugas di beberapa RS dalam satu hari. Dan ini jelas berdampak pada penghasilan dokter,’’ ucapnya.
Pemkab Bengkalis terang Dahen lagi, memang telah memberikan tunjangan yang cukup besar untuk dokter spesialis yakni Rp23.700.000 per bulan, namun mungkin ini masih harus ditambah dengan fasilitas lainnya seperti kendaraan dinas, sehingga dokter spesialis mau bertugas di Bengkalis.
Saking sulitnya mencari dokter spesialis, Dahen malah mengimbau masyarakat Bengkalis yang punya saudara dokter spesialis untuk membujuk saudaranya bertugas di RSUD Bengkalis.(evi/rpg)