| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 13:48:42 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
TERBAKAR: Kobaran api membakar puluhan bangunan di Pasirlimau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (20/10/2011). (Foto: istimewa)
Perbesar Gambar
BAGANSIAPI-API - Musibah kebakaran kembali terjadi di Jalan Bakti, persisnya di sekitar Pelabuhan Panipahan, Kecamatan Pasirlimau Kapas, Kabupaten Rohil, Kamis (20/10) sekitar pukul 00.30 WIB.
Akibat musibah ini, sedikitnya 33 bangunan di sekitar Pelabuhan Panipahan musnah terbakar. Kendati demikian, dari musibah tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa.
Munculnya musibah kebakaran ini setidaknya telah banyak mengejutkan dan membuat panik masyarakat terlebih yang berada di sekitar Pelabuhan Panipahan.
Betapa tidak, sijago merah yang mengamuk ini muncul ketika masyarakat sedang tertidur. Apalagi, saat musibah kebakaran terjadi, kondisi Panipahan gelap lantaran listrik padam. Selain itu, kondisi hujan yang disertai turunnya angin kencang.
‘’Suasanya panik betul. Apalagi, kondisinya gelap. Meskipun begitu adanya alat penerangan lain. Sehingga dapat dipergunakan untuk menerangi upaya pemadaman. Selain itu, ada juga warga yang keluar menyelamatkan diri sambil membawa keluarganya,’’ kata Edi (45) salah seorang warga Panipahan.
Seiring dengan itu, sejumlah mesin air milik masyarakat Panipahan, langsung didatangkan ke lokasi kejadian. Hanya saja, upaya pemadaman sedikit terhambat lantaran angin cukup kencang.
Apalagi, lokasi yang terkena musibah kebakaran tersebut berada persis di pinggiran pantai. ‘’Waktu musibah itu terjadi, warga melakukan pemadaman. Tapi, angin terasa kencang. Makanya terasa sulit. Mesipun begitu, pemadaman terus dilakukan,’’ timpal Amir (34) warga Panipahan.
Kendati demikian, berkat kesigapan semua pihak termasuk masyarakat, upaya pemadaman akhirnya dapat dilaksanakan. Setelah dua jam berlangsung atau sekitar pukul 03.30 WIB, kobaran api berangsur-angsur dapat dipadamkan.
Keesokan harinya, di lokasi kebakaran tersebut hanya terlihat puing-puing dan reruntuhan bangunan yang telah menghitam.
Camat Pasirlimau Kapas, Idris yang dihubungi Riau Pos, Kamis (20/10) membenarkan kejadian itu. ‘’Memang Kamis dini hari tadi, daerah kita kembali terbakar.
Hasil dari pendataan yang kita lakukan, di mana bangunan yang musnah terbakat terbakar sebanyak 33 unit. Bangunan yang terbakar itu di antaranya rumah, gudang ikan dan sejumlah perkantoran. Kantor yang terbakar itu di antaranya seperti Kantor Bea dan Cukai, Syahbandar, KPLP beserta rumah dinasnya,’’ kata Idris.
Selain itu, lanjut Idris, juga terdapat satu unit musala yang ada di sekitar Pelabuhan Panipahan juga ikut dijilat sijago merah.
‘’Musibah kebakaran ini, jelas menimbulkan kerugian material. Hanya saja, kita belum dapat mengetahui berapa besar kerugiannya. Karena, hingga kemarin, masih dilakukan pendataan,’’ kata Idris seraya menambahkan, masyarakat yang menjadi korban musibah kebakaran untuk sementara waktu ditampung di rumah-rumah sanak keluarganya yang ada di Panipahan.(sah/rpg)