Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Bumi Pernah Punya 2 Bulan

Minggu, 16 Oktober 2011 20:09 | Teknologi | Redaksi

" Menurut para peneliti, bumi pernah punya bulan kedua berukuran kecil, namun musnah akibat bertabrakan sekitar empat miliar tahun lalu."

Bulan besar yang dimiliki Bumi yang masih eksis sampai saat ini. Foto: NASA Perbesar Gambar


“Blue moons, you saw me standing alone”. The cow jumped over the moons. “Shine on Harvest Moons”. Ungkapan-ungkapan ini terdengar asing. Mengapa memilih “bulan-bulan”, bukan hanya “bulan”? Bulan hanya ada satu, kan? Memang hanya ada satu, tetapi pada zaman dahulu, mungkin ada dua bulan!

Beberapa peneliti asal Amerika dan Swiss mengungkapkan Bumi mungkin pernah punya satu bulan besar, yang masih eksis sekarang, dan satu bulan kecil. Kemudian, sekitar empat miliar tahun lalu, mereka saling bertabrakan. Bulan kecil meledak dan pecah menjadi batu dan debu, sebagian besar jatuh ke sisi gelap bulan besar. Peneliti-peneliti itu menyebutnya “percikan besar.”

Peneliti dari Universitas California Santa Cruz dan Universitas Bern menerbitkan temuan-temuan mereka dalam majalah “Nature”. Mereka menjelaskan bulan kecil sangat kecil, berdiameter hanya sekitar 1.200 kilometer. Bulan kecil dan bulan besar hidup bersama selama ribuan juta tahun, kemudian sesuatu terjadi dan bulan kecil tidak mampu bertahan.

Bumi dan bulan berputar dalam bentuk yang membuat sisi gelap bulan terpaling dari kita. Dari Bumi, kita hanya melihat satu sisi. Tetapi, kita tahu seperti apa sisi lainnya. Pesawat antariksa telah mengambil banyak foto sisi gelap tersebut. Foto-foto itu menunjukkan sisi bulan yang kita lihat sangat berbeda dari sisi lainnya.

Sisi yang kita lihat punya gunung-gunung atau perbukitan, dan kawah yang sebagian di antaranya dalam. Tetapi, sisi ini tidak begitu “bergelombang” seperti sisi yang gelap. Para peneliti menduga hal itu karena bulan kecil hancur, pecah, dan mengenai sisi satunya lagi. Sisi gelap punya lapisan atas tanah yang tebal dan juga gunung yang lebih tinggi dari sisi yang bisa kita lihat. Sebagian di antaranya memiliki ketinggian 3.000 meter, dan ketika bulan kecil menabrak bulan besar, muncul tonjolan. Sisi lain pada bulan cenderung menonjol ke luar. Bayangkan bola anak-anak yang telah banyak sekali dipukul atau  ditendang. Bola itu, sama halnya dengan bulan, tidak lagi bulat penuh, melainkan timpang. Foto-foto sisi gelap jelas memperlihatkan hal itu.

Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana bulan tercipta pertama kali. Menurut kalangan ilmuwan, bulan terbentuk akibat tabrakan. Miliaran tahun lalu, kata mereka, suatu objek sangat besar menghantam bumi. Ukurannya sebesar Planet Mars. Ketika itu terjadi, ada bagian bumi yang terlempar ke antariksa. Seiring waktu, serpihan berupa bebatuan bumi dan debu itu mengumpul dan membentuk tidak hanya satu, tetapi dua bulan.

Badan Antariksa Nasional Amerika, NASA, berencana mengeksplorasi bulan lebih jauh tahun depan. Ini bisa membantu membuktikan teori tabrakan  dua bulan, atau mungkin menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Tetapi, bila penelitian terakhir terbukti benar, bulan yang sekarang satu, sebelumnya ada dua.(voa)



Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.