Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Melirik Potensi Besar Kabupaten Kepulauan Meranti

Letak Strategis Sangat Menguntungkan

Minggu, 16 Oktober 2011 17:10 | Meranti | Feature | Riau Pos
Kota Selatpanjang tampak mengagumkan dari pinggir selat. Sampai saat ini ibu kota kabupaten paling bungsu di Riau ini terus berbenah. (Foto: istimewa) Perbesar Gambar


Mimpi sebagai pusat perdagangan antar-pulau dan menjadi pusat perdagangan maritim di Kabupaten Kepulauan Meranti. Terealisasikah keinginan itu?

Laporan ERWAN SANI, Selatpanjang

POTENSI  Kabupaten Kepulauan Meranti tak habis-habis dan sangat melimpah ruah. Letak yang strategis, berada di jalur transit antara Provinsi Riau dengan Kepulauan Riau, dan bahkan jalur pelayaran tersibuk internasional Selat Melaka, juga merupakan potensi yang luar biasa.

Potensi maritim yang dimiliki Kepulauan Meranti ini, menjadi modal kuat untuk menjadikan daerah ini berkembang cukup pesat ke depan.  Posisi ini sangat strategis karena berbatasan langsung dengan kawasan Interland Free Trade Zone (FTZ) Batam.

‘’Untuk potensi maritim ini, sejak puluhan tahun silam para leluhur daerah ini sudah menjadikan Malaysia dan Singapura sebagai kiblat perekonomian. Karena daerah ini berbatasan langsung dengan dua negara tersebut,’’ ungkap Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Irwan Nasir beberapa waktu lalu.

Pada era 1985-an ke bawah, masyarakat Kepulauan Meranti ini dulunya merupakan pedagang antar pulau yang berlayar dan membawa barang dagangan berupa kayu arang dan karet ke sejumlah pelabuhan perdagangan internasional di Malaysia dan Singapura.

Sejumlah pelabuhan internasional tempat kapal-kapal dari Kepulauan Meranti berlabuh di Malaysia, di antaranya Batu Pahat, Port Klang, Kukop dan Melaka.  Sedangkan di Singapura, pelabuhan tujuan pedagang di antaranya di Jurong, Gelang Serai, Tanjung Rhu dan Kalang.

Di era itu, Kepulauan Meranti juga menjadi daerah tempat keluar masuknya ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal dari sejumlah kawasan di Indonesia, terutama Jawa. Mereka diselundupkan melalui kapal pompong masyarakat setempat. Kala itu, jarak antara Kepulauan Meranti dengan pintu masuk di Malaysia, bisa ditempuh dalam janga waktu 5-6 jam, dengan menggunakan kapal pompong berkekuatan mesin 24-45 PK.

‘’Kekayaan dan potensi Kepulauan Meranti cukup luar biasa. Ibarat dara kampung yang cantik jelita. Bila dikelola dengan baik dan oleh tangan yang tepat, niscaya kabupaten ini akan menjadi kawasan termashur di Bumi Lancang Kuning Provinsi Riau,’’ harapnya.

Untuk potensi sumber daya alam misalnya, selain memiliki sumber daya alam mineral. Kepulauan Meranti juga dianugerahi sumber daya alam lahan yang subur. Sumber daya mineral misalnya,  Kabupaten Kepulauan Meranti dikarunia hasil tambang seperti minyak dan gas  bumi, hasil galian timah dan pasir laut. Untuk minyak dan gas bumi, saat ini sudah diekspoitasi oleh PT Kondur Petrolium. Sedangkan timah dan pasir laut saat ini memang belum diekspoitasi, namun menjadi sumber yang cukup potensial untuk dieksploitasi.

Sedangkan potensi pertanian dan perkebunan, lima kecamatan di Kepulauan Meranti memiliki potensi pertanian dan perkebunan unggulan masing-masing. Potensi perkebunan sagu misalnya, mayoritas ditemukan di Kecamatan Tebingtinggi, Tebingtinggi Barat dan Merbau. Selain itu di tiga kecamatan ini masih ditemui tanaman perkebunan karet dan kelapa.

Sedangkan Kecamatan Rangsang, mayoritas masyarakatnya membudidayakan kebun kelapa dan karet sebagai tanaman perkebunan favorit. Di Rangsang Barat tanaman perkebunan juga beragam.

Selain kelapa dan karet di kecamatan ini juga terdapat tanaman perkebunan kopi, ditambah dengan tanaman pertanian padi.

Dari sejumlah jenis tanaman perkebunan dan pertanian tersebut, perkebunan sagu menjadi tanaman andalan di daerah berbatasan dengan Melaka ini. Kepulauan Meranti bahkan dikenal sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia.

Selama ini hasil perkebunan sagu yang dikelola oleh perusahaan kecil dan perkebunan masyarakat ini, dikirim ke Cirebon untuk diolah menjadi aneka ragam produk makanan, kecantikan, obat-obatan dan lainnya.

Potensi perkebunan satu ini telah pula menarik minat investor  untuk menanamkan usahanya di Kepulauan Meranti. Investor dimaksud yakni PT Sampoerna, salah satu perusahaan kenamaan yang berkantor pusat di Jakarta. PT Sampoerna ini telah pula melakukan ekspose soal minatnya untuk membuka industri hilir pengolahan sagu, dan sekaligus membuka lahan perkebunan sagu.

Saat ini PT Sampoerna ini telah pula mengambil alih lahan milik PT National Timber yang sudah mulai menanam tanaman sagu sejak tahun 2006 lalu. Luas areal kawasan perusahaan yang terkenal dengan produksi rokok ini, mencapai 18 ribu hektar untuk lokasi perkebunan dan pabrik, yang terletak di Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebingtinggi.

Direncanakan pula, pabrik pengolahan sagu ini akan dibangun segera. Saat ini perusahaan tersebut sedang melakukan pembersihan lahan rencana lokasi pembangunan pabrik.

Selain sagu, kelapa juga menjadi salah satu produk andalan yang saat ini tengah di lirik investor untuk dikelola. Yakni PT Indomal yang berminat menanamkan investasi pada pengelolaan batang kelapa menjadi bahan dasar untuk membuat aneka moubeler.

 Perusahaan yang pemodalnya kerja sama antara pengusaha dari Kepulauan Meranti dengan pengusaha dari negeri jiran Malaysia ini, tertarik mengolah batang kelapa yang sudah tua dan tidak produktif lagi yang memang cukup banyak terdapat di Kepulauan Meranti.

 Tak hanya di Kepulauan Meranti, perusahaan ini juga merancang untuk mengolah dan menampung bahan baku batang kelapa yang juga banyak terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir, dan sejumlah daerah di Riau sebagai kawasan penghasil perkebunan kelapa lainnya.

 ‘’Selama ini kelapa yang sudah tua kita tebang begitu saja. Tapi dengan adanya perusahaan ini nantinya, pohon kelapa yang tadinya tidak produktif menjadi bernilai ekonomis tinggi,’’ ungkapnya.

 Dalam upaya meningkatkan berbagai potensi yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti dan kabupaten paling bungsu di Riau tersebut dibuktikan terus meningkatnya APBD tahun 2011 ini. Bahkan APBD-nya melampaui Pemko Pekanbaru. Untuk tahun 2011 ini APBD Kabupaten yang dinakhodai Irwan Nasir dan Masrul Kasmy itu sudah mencapai Rp1,4 triliun.

 Bahkan saat sekarang negeri fajar ini telah bergiat untuk membangun berbagai sarana umum yang berusaha mengambil anggaran dari pusat. Sedangkan untuk infrastruktur jalan dan lainnya dianggarkan dalam APBD setiap tahunnya.(rpg) 

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.