| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 13:37:15 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
Polisi Sektor Mandau mememukan puluhan kilogram paket ganja yang disembunyikan di dashboard mobil Avanza, Rabu (28/9/2011). (Foto: sukri datasan/riau pos)
Perbesar Gambar
DURI - Jajaran Polsek Mandau dapat tangkapan besar Rabu (28/9) siang. Sebanyak 27 paket besar ganja (seberat 27 Kg) berhasil diamankan dalam Operasi Cipta Kondisi yang digelar di depan Pos Polisi Simpang Bangko. Dua tersangka, masing-masing Syaf (30) dan Her (25), keduanya warga NAD, berhasil diringkus dalam operasi itu. Sementara rekan mereka, Sid (27) yang berhasil meloloskan diri saat dilakukan penggeledahan terus diburu.
Kapolsek Mandau AKP Devi Firmansyah SIK dalam jumpa pers di Polsek Mandau siang kemarin menyebut kronologis penangkapan itu. Menurutnya, untuk mengantisipasi masuknya teroris pasca bom Solo ke wilayah ini, jajaran Polsek Mandau menggelar Operasi Cipta Kondisi di depan Pos Polisi Simpang Bangko kemarin. Dalam operasi tersebut, semua kendaraan yang lewat dihentikan untuk diperiksa satu-persatu.
Sekitar pukul 13.00 WIB, mobil Avanza hitam BK 1249 JT melintas dari arah Rohil menuju Duri. Ketika dilakukan pemeriksaan, omongan tersangka Syaf (30) yang duduk di sebelah pengemudi Her (25) mulai kacau. Itu sangat mencurigakan petugas. Tak ayal lagi, mobil itu langsung digeledah. Karena perhatian petugas fokus kepada Syaf dan Her yang duduk di depan, tersangka Sid (27) yang duduk di bangku belakang berhasil meloloskan diri.
‘’Dia lari ke arah kebun sawit di seberang jalan di depan Pos Polisi Simpang Bangko,’’ kata Kapolsek. Usai jumpa pers, Devy Firmansyah pun buru-buru pamit. Dia mengaku akan segera kembali ke Simpang Bangko guna memimpin langsung pencarian tersangka Sid yang buron.
Dalam penggeledahan awal di mobil tersangka, seperti dituturkan Kapolsek, pihak penyidik berhasil menemukan bungkusan yang diduga berisi daun ganja. Benda tersebut disembunyikan tersangka di kap mesin. Saat kap mesin dibuka, ada semacam benda yang menggantung. Rupanya disitu disembunyikan 10 paket ganja. Petugas juga menemukan enam paket barang bukti tambahan yang disembunyikan di dek kiri-kanan pintu bagian belakang mobil.
Berbekal temuan awal itu, Avanza hitam rental berikut dua tersangka Staf dan Her langsung digiring ke Mapolsek Mandau dalam kondisi tangan terborgol. Sesampainya di Mapolsek Mandau, mobil itu ‘dipreteli’ lagi guna mencari barang bukti tambahan sesuai keterangan tersangka. Sebelas paket ganja kembali ditemukan, sembilan paket di antaranya disembunyikan di dashboard depan, dan dua paket lagi di dalam cekungan plat ban serap.
Kepada penyidik dan wartawan yang menanyainya di ruang pemeriksaan, baik Syaf maupun Her mengaku bahwa 27 paket ganja itu bukan mereka yang memuatnya tapi rekan mereka, Sid. ‘’Saat memuat, saya tak melihat, saya pergi ke kedai saat itu,’’ kata Syaf, bapak dua anak ini.
Senada, Her sebagai sopir pun mengaku tak tahu benda itu. ‘’Saya hanya sopir,’’ kata ayah dari satu anak ini.
Her pun menyebut bahwa mereka bertolak dari Aceh Selasa (27/9) pagi. Tujuan mereka adalah pangkalan taksi di simpang menuju terminal AKAP di Pekanbaru. Keterangan awal itu masih perlu pendalaman. Pihak penyidik tentu saja akan melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih intensif. Termasuk siapa saja komplotan mereka dalam sindikat ini.
Kasi Humas Polsek Mandau Aiptu Joko Utomo menyatakan bahwa ke 27 paket itu benar ganja. ‘’Mereka (tersangka) mengakui itu ganja. Secara kasat mata, kita menilai itu memang ganja. Tapi secara hukum, itu baru bisa dipastikan lewat uji laboratorium,’’ kata Joko.(sda/rpg)