| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 13:34:07 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
Laporan ENGKI PRIMA PUTRA, Pasirpengaraian
Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Rohul, Kamis (22/9), mulai melakukan pembahasan lanjutan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Rohul 2011.
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Rohul H Hasanuddin NSt SH, yang juga Ketua Banggar. Ia didampingi Wakil Ketua Banggar Erizal ST. Hadir dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Ir Damri, serta Plt Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan keuangan dan Aset Rohul Jaharuddin SP MM, dan anggota Banggar DPRD.
Sebelum memulai pembahasan lanjutan KUA dan PPAS Perubahan 2011, Ketua dan anggota Banggar DPRD mempertanyakan kepada TAPD Rohul item kegiatan yang tercantum di APBD Murni 2011 yang telah disahkan DPRD dan diverifikasi Pemprov Riau.
Sebab, telah diubah sepihak oleh pemerintah, tanpa ada pemberitahuan kepada Banggar DPRD.
Menanggpi hal ini, Kepala DPPKA Jaharuddin mengatakan adanya penambahan pendapatan pada APBD Murni 2011, yakni PAD, serta Dana Perimbangan dan Pendapatan yang sah.
Perubahan item kegiatan tersebut sehubungan adanya pergeseran anggaran yang dibebankan di SKPD. Terutama program dan kegiatan, asumsi dan target, serta sasaran kinerja yang dicapai. Selain itu, adanya program kegiatan yang mendesak, yang belum diakomodir di APBD Murni 2011, sehingga diusulkan di RAPBD Perubahan 2011.
‘’Perubahan dan penambahan kegiatan dan program itu dilihat dari kinerja dan indikator yang dicapai. Ada dua SKPD yang dilakukan perubahan terhadap kegiatan dan program di APBD Murni 2011, yakni Dinas Bina Marga Pengairan dan Pertambangan, serta Dinas Tata ruang dan Cipta Karya,’’ ujarnya.
Sedangkan penambahan kegiatan di Disnakerdukcapil, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan Dinas Kesehatan, serta SKPD lain, menurutnya disesuaikan dengan keperluan. ‘’Pembatalan kegiatan, tolak ukurnya kinerja. Penambahan kegiatan menyikapi kondisi lingkungan dan reaksi terhadap situasi serta item kegiatan,’’ tuturnya.
Namun, Ketua Banggar Hasanuddin menilai perubahan itu tanpa prosedur karena tidak diberitahu ke Banggar.
‘’Kalau begitu untuk apa kita laksanakan paripurna dan verifikasi APBD ke provinsi, kalau APBD dibuat perkiraan. Waktu dan agenda yang kita laksanakan selama ini menghabiskan biaya, tapi item kegiatan diubah sepihak,’’ ujarnya.
Hal senada dikatakan anggota Banggar H Rosidi Husin. Ia menyebutkan, keberatan anggota Banggar dalam pembahasan KUA dan PPAS Perubahan 2011 karena adanya perubahan item kegiatan di APBD Rohul 2011 yang telah disahkan DPRD dan diverifikasi dirubah sepihak.
‘’Kita minta item kegiatan yang diubah itu dituangkan kembali di RAPBD Perubahan 2011. Tidak dihilangkan atau diganti dengan kegiatan baru, tetapi diusulkan kembali,’’ lanjutnya.
Akhirnya anggota Banggar dan TAPD Rohul sepakat untuk membahas KUA terlebih dahulu. Setelah itu dilanjutkan dengan pembahasan PPAS. Di mana, Banggar menyarankan pembahasan KUA dan PPAS Perubahan 2011 disesuaikan dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Target PAD
Di dalam pembahasan KUA, anggota Banggar Safaruddin Poti mempertanyakan perubahan target PAD Rohul di APBD Murni 2011 Rp27,83 miliar. Namun, di dalam APBD Perubahan dinaikkan sekitar Rp6,8 miliar sehingga menjadi Rp34,66 miliar. Sementara realisasi Target PAD Rohul diperkirakan baru mencapai 50 persen atau sekitar Rp14 miliar.
‘’Kita minta penjelasan, di sektor mana penambahan target PAD Rp6,8 miliar itu. Sementara masuk triwulan III ini, realisasi PAD baru mencapai 50 persen. Ini perlu pertimbangan, jangan salah estimasi, penganggaran terlalu tinggi, di akhir Desember target tidak tercapai,’’ ujarnya.
Dijelaskan Jaharuddin, realisasi PAD Rohul Rp14 miliar atau 50 persen itu hingga 30 Juni 2011. Sedangkan memasuki triwulan III, realisasi PAD sudah 77,6 persen, dari target PAD Rp27,83 miliar.
‘’Penambahan target PAD Rp6,8 miliar itu dari sektor jasa pelayanan BLUD RSUD Rohul. Itu dilihat dari pendapatan rumah sakit yang harus tercatat di lembaran daerah. Selain kerja sama RSUD dengan pihak perusahaan dan banyaknya kunjungan pasien dari luar daerah Rohul,’’ tuturnya.
Hingga pukul 16.30 WIB, pembahasan KUA dan PPAS Perubahan 2011 antara Banggar dengan TAPD Rohul masih berlanjut.(tie)