Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Masyarakat Dumai Merasa Kehilangan Umar Umayah

Sosok Ramah dan Lugas Itu Telah Tiada

Jum´at, 16 September 2011 14:35 | Dumai | Sosial | Riau Pos

DUMAI - Langit mendung menghiasi langit Kota Dumai, Kamis (15/9). Tokoh masyarakat daerah itu, Drs H Umar Umayah menghembuskan nafas terakhir di RSUD Kota Dumai pukul 14.45 WIB.

Semasa hidup kiprah tokoh satu ini terbilang komplek, mulai dari cendiakiawan, politisi, budayawan hingga pernah menjadi salah seorang pendiri Riau Pos Grup (RPG).

Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LARM) Kota Dumai, Drs H Umar Umayah, menghembuskan nafas terakhirnya dengan usia 65 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai.

Meninggalnya tokoh masyarakat, tokoh adat sekaligus tokoh politik, membuat masyarakat belasungkawa dan merasa kehilangan.

Sebelumnya, salah seorang pendiri dan Komisaris Riau Pos Group ini, menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Padu Serasih dan empat hari yang lalu kemudian di pindah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai, karena kondisi lemah akibat kanker nasofaring, yang dideritanya sejak setahun belakangan ini.

Mendengar wafatnya, pria yang lahir di Sungai Pakning pada 1 Januari 1946 ini, ribuan masyarakat Dumai melayat ke rumah duka di Jalan Gunung Berapi Nomor 43 Bumi Ayu.

Seperti Kamenag Darawi, Pengurus LARM Kota Dumai, Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi, para Kadis, pejabat, tokoh politik, tokoh masyarakat, mahasiswa dan teman almarhum di Komite Reformasi Masyarakat Dumai, Nurdin Pudin minsalnya, serta tokoh adat di Kota Dumai.

Banyaknya warga melayat ke rumah duka, ini menandakan bahwa mantan anggota DPRD Provinsi Riau dua periode (1987-1997) adalah orang yang sangat bersahaja dan bersahabat serta dikenal semua lapisan masyarakat.

Darawi, salah seorang tetangga mantan anggota DPRD Dumai (1999-2001), menuturkan, alamarhum merupakan orang yang sangat bersahaja dan bersahabat serta memiliki jiwa sosial yang tinggi.

‘’Semua masyarakat di sini (Bumi Ayu) kenal dengan beliau. Karena almarhum ini semasa hidupnya selalu bergaul dengan tetangga dan tidak memilah-milah orang. Walau beliau mantan anggota DPRD,’’ ucap Darawi.

Sementara itu, salah seorang rekan almarhum di Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KRMD) Nurdin Pudin, merasa sangat kehilangan sosok seorang Umar Umayah.

Karena beliau merupakan salah seorang yang ikut memperjuangkan Dumai untuk menjadi Kotip dan berpisah dengan Kabupaten Bengkalis.

‘’Beliau orang yang sangat berjasa untuk Kota Dumai. Karena almarhum salah satu yang ikut berjuang memperjuangkan Dumai untuk berdiri sendiri. Beliau selalu berjuang dan melobi pusat, demi terwujudnya cita-cita masyarakat Dumai untuk menjadi Kota Madya. Dengan kepergian beliau ini, masyarakat sangat merasa kehilangan,’’ ucap Nurdin Pudin ketika ditemui di rumah duka.

Ditambahkanya, almarhum telah banyak berbuat di masyarakat khususnya bagi eksistensi keberadaan Kota Dumai. Sosok almarhum merupakan salah seorang yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan Kota Dumai.

Penuturan yang sama juga diucapkan Sekretaris LARM, M Syarif, usai melayat ke rumah pendiri Yayasan Lancang Kuning tersebut. Disebut Syarif, ketika almarhum di rawat di Mahkota Hospital, Malaka, ia sempat menjengguknya.

‘’Beliau berpesan kepada saya, LAMR harus tetap aksis dan ke depannya lebih baik lagi. Almarhum sangat perhatian sekali terhadap perkembangan di Kota Dumai. Yang jelas kita merasa sangat kehilangan,’’ ucapnya.

Meninggalnya Umar Umayah ini, warga Dumai sangat merasa kehilangan, apalagi keluarga yang ditinggalkannya. Seperti Romi Agusti Prayogi (35), anak kedua almarhum dengan jalinan perkawinannya dengan Hj Neneng Rochyati (57). Ketika ditemui, di rumah duka, Romi mengatakan almarhum sempat di rawat di RSUD selama empat hari.(one/rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.