Riau

Dewan Pers Terima 511 Pengaduan dari Masya ...

WORKSHOP WARTAWAN: Ketua Komisi Bidang Pengaduan masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudybio (kiri) memberikan arahan dalam workshop Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (16/5/2012).(foto aznil fajri)  PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan

Pekanbaru

Polisi Selidiki Kasus Bocah Dicubit 39 Tem ...

PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i

Nasional

Jasad Pramugari Ditemukan Sepotong

BOGOR  - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari

OPINI PEMBACA

Ikhwal Tekad Wali Kota Pekanba...

Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.

Delapan Bulan Terbaring Lemah

Tumor Ganas di Wajah dan Tubuh

Jum´at, 16 September 2011 14:33 | Pelalawan | Kesehatan

Laporan BUNYAMIN, Pangkalankerinci

Keterbatasan ekonomi memaksa Inur, seorang janda 40 tahun warga Desa Lubuk Raja, Kecamatan Bandar Petalangan terus terbaring di rumahnya. Wanita ini menderita penyakit aneh seperti tumor, yang menimbulkan pembengkakan besar di beberapa bagian tubuhnya. 

Menurut penuturan Rajak (30), pemuda asal Desa Sialang Bungkuk, sudah delapan bulan Inur terbaring tanpa perawatan medis.

‘’Sewaktu belum parah penyakitnya pernah periksa di Puskesmas. Sekarang lapan bulan tak ada berobat, jadi bengkak macam ini,’’ jelas Rajak menunjukkan beberapa lembar foto. Rajak dan Atan, temannya, sengaja datang ke media center Kantor Bupati Pelalawan, Kamis (15/9) pagi untuk menemui wartawan. Dia berharap penderitaan Inur diketahui publik melalui pemberitaan agar mendapat perhatian.

Selain Inur, Rajak juga membawa foto Burhanuddin (40), warga miskin asal Desa Sialang Bungkuk yang juga mengidap penyakit aneh seperti tumor. Burhanuddin mengeluhkan sakit pembengkakan sejak lima bulan lalu.

Sampai sekarang belum mendapat perawatan sama sekali karena tidak memiliki cukup uang. ‘’Kalau pak Burhanuddin ini sudah lima bulan sakit. Sama tidak diobati seperti Inur,’’ jelasnya.

Menurut Rajak, Inur mengalami pembengkakan di muka dengan kondisi menutup sebagian wajah. Sebelah mata janda beranak tiga ini sudah tidak kelihatan lagi.

Tinggal mata kiri yang masih bisa melihat. Inur juga kerap merintih karena tekanan rasa sakit yang muncul dari bagian bengkak. ‘’Cerita saudaranya dia sering kesakitan. Setiap malam dia tidak bisa tidur, hanya merintih saja,’’ terangnya.

Nasib Burhanuddin tak lebih baik dibandingkan Inur. Sebab penyakit yang diyakini sebagai tumor ganas itu tumbuh di dada, tak jauh dari organ-organ penting. Burhanuddin pun tidak lagi bisa berdiri dan berjalan di dalam rumah untuk ibadah atau kegiatan rutin lain.

Keluarga Burhanuddin tidak bisa tenang karena belum berhasil mendapatkan uang yang cukup untuk berobat.

‘’Bagian luar berkembang cepat sekali, entah seperti apa akarnya di bawah. Kalau menurut orang banyak, tumor tu memang cepat kalau sudah kena,’’ imbuh Atan, rekan Rajak dari Desa Sialang Bungkuk.

Di tengah keterbatasan ekonomi, kini kedua warga berharap perhatian dan bantuan orang lain. Karena itu beberapa orang pemuda desa berinisiatif menghubungi media massa dengan harapan kasus ini diberitakan.

‘’Saya dan kawan-kawan saya mengharapkan masalah ini diangkat. Mudah-mudahan ada pihak yang prihatin dengan penderitaan dia,’’ kata Rajak.(rpg)

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.