| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 13:22:30 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
Laporan Syahri Ramlan, Bagansiapi-api
Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), persisnya di Jalan Utama RT 1, Kepenghuluan Sinaboi, Senin (5/9) sekitar pukul 04.00 WIB.
Akibatnya, 26 unit bangunan di Kepenghuluan Sinaboi musnah terbakar. Kendati tidak ditemukan adanya korban jiwa, namun musibah itu menimbulkan kerugian material yang mencapai sekitar Rp3 miliar lebih.
Musibah kebakaran yang diduga akibat hubungan pendek arus listrik menjelang waktu subuh ini, setidaknya telah membuat masyarakat di lokasi kejadian tersentak kaget.
Masyarakat berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan barang-barang berharga serta melakukan pemadaman sebisanya.
Lantaran minimnya sarana dan prasarana pemadaman, setidaknya telah membuat kobaran api yang menghanguskan di kawasan padat penduduk ini sulit terkendali.
Mengingat posisinya yang berada di pinggiran pantai serta adanya faktor angin dan konstruksi bangunan yang terbuat dari bahan kayu, membuat kobaran api terus membumbung tinggi.
Dalam waktu relatif singkat, kobaran api terus membesar dan menyambar di sejumlah bangunan terdekatnya.
‘’Darimana sumber apinya saya tidak tahu. Yang saya tahu, apinya sudah membesar. Saya bersama keluarga berusaha menyelamatkan barang yang ada sambil terus melakukan pemadaman,’’ kata Aho (35), salah seorang korban musibah kebakaran di Sinaboi.
Kobaran api terus membesar dan sulit dikendalikan setelah mampu menyambar ke bagian bangunan yang cukup rapat. Hanya dalam hitungan singkat saja, api terus membesar dan menghanguskan apa saja yang dihadapannya.
Sering dengan itu, pemadaman masih terus menerus dilakukan warga. Sejumlah bak maupun tempat penampungan air serta sumur yang ada di lingkungan masyarakat dikuras dengan menggunakan mesin untuk melakukan pemadaman.
Seiring dengan itu, air yang berada di drainase juga turut disedot untuk menjinakkan api.
Setelah bertarung hampir selama empat jam lebih, akhirnya sekitar pukul 08.00 WIB, kobaran api berhasil dijinakkan dan berangsur-angsur padam. ‘’Daerah kita persisnya Kepenghuluan Sinaboi kembali terbakar.
Dari musibah kebakaran ini, kita segera melakukan pendataan untuk mengetahui kondisi kebakaran itu. Dari pendataan sementara, ada sekitar 26 unit bangunan yang terbakar dengan kerugian mencapai sekitar Rp3 miliar. Kalau korban jiwa tidak ada,’’ kata Camat Sinaboi, Basri yang dihubungi Riau Pos, Senin (5/9) di Bagansiapi-api.
Sementara, musibah kebakaran di Jalan Utama RT 1 Kepenghuluan Sinaboi kali ini adalah merupakan hal yang kedua kalinya. Di mana, Rabu (11/5) lalu musibah kebakaran juga pernah terjadi di lokasi ini.
Saat itu, bangunan yang musnah akibat terbakar tersebut tercatat sebanyak 107 unit dengan kerugian mencapai miliaran rupiah serta ada satu korban jiwa.
‘’Lokasi yang terbakar itu sama seperti yang telah terjadi pertama. Jadi, musibah kebakaran di lokasi yang sama itu adalah yang kedua. Tapi yang kedua ini, tidak ada korban jiwa,’’ kata Basri.
Basri menjelaskan, masyarakat yang menjadi korban musibah kebakaran untuk sementara waktu ditampung di rumah sanak keluarganya yang ada di Sinaboi. Malahan, sebagiannya ada yang berangkat ke Kota Bagansiapi-api untuk menginap di rumah kerabatnya yang ada di sana.
‘’Saya mengimbau agar masyarakat yang telah mendapatkan musibah ini hendaknya tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan ini,’’ kata Basri.(rpg)