| Jum´at 18-05-2012 |
| Sabtu, 19-05-2012 13:17:36 | ||
| 15:24 | | | Buaya Makan Manusia Ditangkap |
| 11:36 | | | Esemka Embrio Mobil Nasional |
| 12:57 | | | Perut Buaya Dibelah, Ada Tubuh Bo ... |
| 18:03 | | | Nindy dan Astrid Fitting Gaun |
| 21:20 | | | Sore Tamu Ayah, Malam Tamu Aliya |
| 13:51 | | | Jajal Dunia Tarik Suara |
| 15:12 | | | Ketum KONI Pamer Green PON Riau |
| 09:42 | | | Perbaikan Stadion Kuansing Perlu ... |
| 09:22 | | | Penetapan Calon Wako Pekanbaru Te ... |
| 23:34 | | | Harimau Sumatera Sisa 400 Ekor |
PEKANBARU - Dewasa ini pers mengalami krisis kepercayaan publik. Publik bisa banyak pilihan untuk memilih media. Jika masyarakat tak percaya dan
PEKANBARU — Penyelidikan pihak kepolisian terhadap laporan keluarga N, murid kelas 3 salah satu SD yang ada di Kecamatan Limapuluh atas dugaan penganiayaan yang dialaminya terus berlanjut.Dari i
BOGOR - Tim SAR TNI-Polri kembali berhasil menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, kemarin. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu diduga salah seorang pramugari dari
Saya bermimpi, di kedua sisi sungai Siak dibangun pula kota yang menghadap ke air itu. Sinar rembulan yang menimpa permukaan air tampak menyejukkan dan restoran di kedua sisi sungai penuh pelanggan. Keuntungannya bagi Pemko? Tentu saja PAD.
PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau melaksanakan upacara gelar pasukan untuk pengamanan Idul Fitri 2011. Kegiatan pengamanan dengan kode sandi Operasi Ketupat Siak 2011 dimulai H-7 dengan menurunkan 800 personel inti.
Gelar pasukan dilakukan di halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (22/8). Upacara dipimpin Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP didampingi Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein. Turut hadir Danrem 032/Wirabima Kolonel Inf Zaedun, Ketua DRPD Riau Johar Firdaus dan perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Riau.
Operasi Ketupat Siak 2011 yang tujuan utamanya mengamankan Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah tak hanya melibatkan personel Polda Riau, tapi juga didukung personel TNI seluruh angkatan, Satpol Pamong Praja, Basarnas, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya.
Saat ditanya mengenai jumlah personel secara keseluruhan, Kapolda Riau mengatakan tim inti Operasi Ketupat Siak 2011 berjumlah sekitar 800 personel. ‘’Tim akan ditempatkan di seluruh Poskotik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, terutama di jalur mudik dan daerah yang rawan,’’ paparnya.
Sementara untuk personel gabungan (pendukung) dari sejumlah instansi terkait secara keseluruhan berjumlah sekitar 6.000 orang. ‘’800 personel itu yang inti, sementara kalau dengan personel pendukung dari seluruh instansi jumlahnya berkisar 6.000. Ini untuk mendukung komitmen dalam gerakan tanggap darurat dalam pengamanan mudik tahun 2011,’’ terang Kapolda.
Dikatakan, pihaknya juga menyebar satu pleton atau 30 satuan khusus petembak jitu (sniper). ‘’Ini untuk memaksimalkan pengamanan Lebaran. Kita tak perintahkan untuk tembak di tempat, hanya langkah tegas di lapangan mutlak dilakukan,’’ terangnya.
Sementara itu, Gubri HM Rusli Zainal SE MP berharap Operasi Ketupat Siak 2011 mampu memberi rasa aman bagi masyarakat saat mudik dan merayakan Idul Fitri. Gubri juga mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi menciptakan situasi aman dan tertib.
‘’Polda takkan bisa menjalankan tugas dengan baik, jika tak didukung seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu kita harus bersinergi mendukung terciptanya lingkungan yang aman,’’ ujar Gubri.
Lintas Timur Masih Rusak
Jelang arus mudik, ruas jalan Lintas Timur di wilayah Kecamatan Siberida dan Batang Gansal masih rusak sehingga rawan terjadi kecelakaan lalu-lintas. ‘’Ada beberapa titik yang cukup memprihatinkan,’’ ujar Ketua Komsi A DPRD Inhu Suradi SH, Senin (22/8) di Pematangreba.
Dikatakan, titik jalan yang rusak di antaranya sekitar Belilas. Satu titik jelang kantor camat Belilas masih rusak. Beberapa hari lalu sudah ditimbun sirtu. Namun beberapa hari sudah ada yang rusak sebab kondisi sekitar termasuk lembek.
Sehingga banyak perlu kerikil. Jalan di sekitar Bukit Jarum Kelurahan Pangkalan Kasai juga rusak. Aspal jalan yang mengelupas perlu diperbaiki. Begitupun dari Pangkalan Kasai menuju Batang Gansal sampai perbatasan Jambi.
‘’Ini diharapkan bisa diperbaiki jelang arus mudik sehingga tak mengganggu arus mudik dan arus balik,’’ ujarnya.
Menurut Kadis PU Inhu Dr Ir H Asmara HK MM, tahun 2011 ini kerusakan ruas Jalan Lintas Timur sudah diperbaiki. Kerusakan jalan ini ada yang diaspal langsung ada juga dengan penimbunan sirtu.
Memang, kondisi jalan masih ada yang rusak. Maka Lintas Timur yang ada di wilayah padat penduduk perlu diprioritaskan. Sementara titik jalan yang masih rusak diharap bisa diperbaiki dari APBN 2011. Sebab PU Inhu sudah menyampaikan data-data kerusakan jalan ke Kementerian PU di Jakarta. ‘’Kita harap kerusakan jalan Lintas Timur ini bisa tuntas, karena ramai dilewati kendaraan,’’ ucapnya.
Di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kasat Lantas Polres Inhil AKP Suratman mengingatkan masyarakat yang hendak mudik dan melintasi Inhil, baik kendaraan roda 4 maupun roda 2, harus tetap waspada. Terutama di 9 titik rawan kecelakaan.
Yakni; untuk kawasan darat ada 4 titik KM 273-278 Desa Selensen Kecamatan Keritang, KM 269-274 Desa Keritang, KM 294-299 Desa Keritang, Jembatan Desa Keritang, Desa Bayas Jaya dan Desa Tempuling. Untuk kawasan perairan; KM 2 Desa Guntung, KM 4 Desa Sungai Guntung dan KM 3 Desa Sungai Guntung.
Lima Poskotis di Kuansing
Dari Kuansing dilaporkan, guna memantau arus mudik Idul Fitri 2011, ada lima pos yang didirikan bersama pihak terkait untuk menjaga dan memantau keamanan, ketertiban masyarakat saat mudik dan balik. Lima pos itu ada di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir, Desa Logas Kecamatan Singingi, Tugu Carano Telukkuantan, Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik dan di Kecamatan Cerenti.
‘’Untuk masing-masing pos ini ada 19 personel yang ditempatkan ditambah anggota Polres dan anggota polisi di masing-masing Polsek,’’ ujar Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkhaini SH. Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan Sabtu (27/8). Dia mengakui kondisi jalan sekarang 90 persen sudah baik. Kecuali di sekitar Bukit Cokiak yang sedang diperbaiki.
Kini pihaknya telah memasang rambu-rambu lalu-lintas berupa spanduk imbauan peringatan, seperti di daerah rawan kecelakaan, longsor dan lain sebagainya. Dia memprediksi jalan-jalan yang akan mengalami kepadatan arus mudik adalah dari Pekanbaru-Telukkuantan-Sumbar. ‘’Seperti tahun-tahun sebelumnya kepadatan itu ada di Desa Kasang,’’ katanya.
Extra Flight di SSK II
Jelang Idul Fitri, di Bandara SSK II Pekanbaru belum terjadi lonjakan penumpang yang kentara. Semua masih berlangsung normal dengan intensitas penumpang berkisar 4.500 berangkat dan datang.
Menurut Airport Duty Manager Bandara SSK II, Ibnu Hasan SE, sebelumnya, jumlah penumpang hanya 2.000-2.500 per hari untuk berangkat. Namun sekarang di H-8 jumlah penumpang kembali normal di angka 4.000-4.500 per hari.
‘’Jumlah penumpang sempat turun drastis di angka 2.000, dari biasanya 4.000-4.500 perhari. Kondisi ini terjadi dua bulan terakhir. Namun memasuki H-8 kondisinya kembali normal. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di mudik kali ini, kami sudah menyiapkan 4.500 kursi. Mulai 25-28 Agustus mendatang, dua maskapai akan melakukan extra flight (penerbangan tambahan) yakni Lion Air dan Batavia,’’ ujarnya.
Untuk Lion Air, extra flight tujuan Pekanbaru-Batam dan Batam-Pekanbaru, dua kali sehari. Sedang untuk Batavia tujuan Pekanbaru-Jakarta dan Jakarta-Pekanbaru juga dua kali. ‘’Kita prediksi lonjakan penumpang baru akan terjadi mulai H-7 sampai dengan H-1 yang merupakan puncaknya,’’ katanya.
Untuk kondisi saat ini, dari seluruh penerbangan di SSK II tujuan dalam negeri penuh dan kebanyakan tujuan Jakarta. Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang, otoritas bandara menempatkan petugas di tiap sudut untuk memantau. Termasuk mengawasi barang bawaan penumpang sebelum masuk ke terminal.
‘’Kita bekerja sesuai SOP dan senantiasa memberi kenyamanan dan keamanan bagi semua penumpang terhadap tindak kejahatan yang mungkin terjadi,’’ tuturnya.(rio/rpg/j/ari/gus/rpg)