Tutup DAPATKAN BUKU:

Karya Sastra, Seni Budaya, Jurnalistik dan lain sebagainya

Kontak: 081365007573

Riau

Presiden Ternyata Belum Terima RTRW Riau

  JAKARTA (RIAUPOS.CO) -  Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi menyatakan hingga saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Pekanbaru

Masyarakat Riau Long March, Kecam Kebiadaba ...

Ribuan warga Riau yang berada di Pekanbaru melakukan aksi long march dan penggalangan dana. Mereka juga mengecam aksi serangan Israel ke warga Gaza di Palestina, Ahad (13/7/2014). Foto: DEFIZAL/RIAU POS   PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sejumlah elemen masyarakat di Pekanbaru terus menggelorakan kecaman keras pada aksi biadab Israel. Ahad (13/7) kemari

Nasional

Biaya Naik, Paspor JCH Digratiskan

  JAKARTA (JPNN.COM) - Pemerintah telah menetapkan kenaikan pembuatan paspor biasa dari Rp255 ribu menjadi Rp355 ribu. Kenaikan harga itu bertep

OPINI PEMBACA

Mungkinkah Kita Sudah Kafir?

BILA kita mau merenung dan memikirkan secara sungguh-sungguh, mencari jawaban untuk pertanyaan “mengapa atau apa penyebab dari semua bencana yang menimpa manusia? maka jawabannya hanya satu, yaitu karena hukum tidak ditegakk


Hisap Lem Lebih Bahaya dari Ekstasi

Kamis, 29 November 2012 11:57 | Pekanbaru | Pekanbaru | Riau Pos

 

 

PEKANBARU - ‘’Oke brai, hisap terus, alah mulai barek ko kapalo”. Demikian ocehan empat remaja sambil menggenggam plastik putih berisi kaleng lem cap kambing yang sudah terbuka. 

 

Sambil memasukkan hidung dan mulut ke dalam plastik, mereka menarik nafas dalam-dalam. 

 

Ekspresi mereka seolah merasakan kenikmatan yang tak terkira tanpa tahu bahaya yang mengancam kesehatan mereka.  

 

Siang itu, Selasa (28/11) memang ada yang berbeda dari bangunan Pasar Cik Puan yang terbengkalai akibat tidak dilanjutkan pembangunannya. 

 

Ada empat remaja tengah duduk berselasar di tangga dalam bangunan setengah jadi tersebut. 

 

Mereka tampak asyik berbicara, namun dari ekspresinya masing masing mereka tidak seperti layaknya orang yang sedang bercerita. Tidak ada komunikasi dua arah antara mereka. 

 

Sesekali ocehan mereka terhenti saat menghisap benda yang mereka masukkan ke dalam plastik putih. 

 

Penasaran, Riau Pos coba menghampiri mereka. ‘’Eh ada yang datang, mau gabung, bang? Murah kok modalnya cukup enam ribu saja,’’ ucap salah seorang remaja yang mengenakan kaos hitam itu sambil terkekeh-kekeh. 

 

Seorang remaja lainnya justru berdiri sambil memegang potongan kayu sambil berteriak, ‘’dor, dor, dor. Tembak itu musuh, ayo tembak”, teriaknya mengagetkan.

 

Mereka memang benar-benar sudah di luar kesadaran. Entah apa yang mereka pikirkan hingga mereka berimajinasi seolah-olah mereka tidak mengenali satu sama lain. 

 

Bahkan saat Riau Pos mencoba mengabadikan gambar secara diam-diam, salah satu diantara mereka justru nyeletuk, ‘’Foto saja bang, kami juga mau masuk koran”.

 

Sebabkan Kanker

Ngelem atau menghirup aroma lem selain dapat menyebabkan ketergantungan, bahan kimia yang terkandung dalam lem tersebut ternyata sangat membahayakan kesehatan jika terus-terusan dihisap. Bahkan aksi menghirup aroma lem lebih berbahaya daripada ekstasi.

 

‘’Bahan kimia pada lem tersebut lebih bahaya dari pada ekstasi. Jika terus-terusan dihisap maka akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh,’’ ujar dr Zainal Rizaldy, Rabu (28/11).

 

Kepala Puskesmas Simpang Tiga ini menuturkan, bahan kimia yang tergantung dalam lem berdampak pada organ-organ vital di antaranya akan menyerang paru-paru terlebih dahulu. Kemudian ke otak dan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. 

 

‘’Bahan kimia yang ada di lem itu bersifat racun. Jika dihisap maka akan menyerang otak, paru-paru dan akan menyebabkan kanker,’’ tutur dia.

 

Selain berakibat buruk pada kesehatan tubuh, bahan kimia di lem juga bisa menyebabkan kematian seketika terhadap penghisapnya. Karena racunnya akan menyerang saraf vital di otak yang mempengaruhi gerak tubuh. 

 

 

‘’Penghisapnya bisa langsung meninggal karena racun kimia lem itu benar-benar tidak layak masuk ke tubuh manusia,’’ katanya.

 

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar saat ditanyakan mengenai hal ini, Rabu (28/11) melalui Kasat Reskrim, AKP Arief Fajar Satria SH SIK mengatakan, perilaku menyimpang tersebut bisa ditindak pihaknya, apalagi jika sudah meresahkan masyarakat. 

 

‘’Bila ada informasi tersebut,  untuk masyarakat segera laporkan ke Polsek terdekat. Ini agar bisa segera ditindaklanjuti,’’ ujar Arief.(dik/ilo/ali/yls/rpg) 

Komentar

Jadilah yang pertama memberi Komentar
Sudah Daftar ? Silakan Login.
Nama :
*
Email :
*
Kode Keamanan

Komentar :

Tersisa karakter.